Langsung ke konten utama

Tabloid 'Indonesia Barokah' Beredar Di Sejumlah Daerah

Hasil gambar untuk tabloid indonesia barokah
RMOL Jabar

Kali ini masyarakat dihebohkan dengan adanya tabloid 'Indonesia Barokah' yang beredar di sejumlah daerah. Bahkan isi tabloid ini diduga mengandung muatan politik tendensius mirip seperti tabloid Obor Rakyat pada Pemilu 2014.

Komisioner Bawaslu Blora, Sugie Rusyono, menjelaskan ratusan tabloid itu disita karena mengandung muatan politik tendensius. Selain di masjid, Bawaslu juga turut mengamankan sebanyak 121 eksemplar yang masih tertahan di sejumlah kantor Pos di wilayah Blora.

Salah satu temuan tabloid ini di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bawaslu setempat bahkan menemukan sekitar 635 eksemplar tabloid yang telah tersebar di 240 masjid di Kabupaten Blora.  Menanggapi telah beredarnya tabloid mirip Obor Rakyat itu, kepolisian mengetahui temuan tersebut. 

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan Dewan Pers.

"Ranahnya dewan pers yang melakukan assessement, apakah ada pelanggaran hukum atau tidak," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada media, Rabu (23/1/2019).

Polisi masih akan menunggu hasil kajian Dewan Pers. Jika Dewan Pers temukan ada pelanggaran pidana, polisi akan bertindak.

"Apabila hasil assessment ada rekom dari dewan pers untuk Polri menindaklanjuti, maka baru Polri akan menindaklanjuti," terang Dedi.

Tabloid 'Indonesia Barokah' sendiri berisi rangkuman berita yang menyudutkan pasangan Paslon nomor urut 022 pada Pemilu 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbakhun Sudah Memilih Jalan Politiknya Sendiri

Sumber: Merdeka.com Perpindahan Misbakhun dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasti sudah diduga oleh banyak orang. Pasalnya, Muhammad Misbakhun mengaku akan memilih jalan politiknya sendiri dengan masuk kedalam Fraksi Golongan Karya (Golkar). Misbakhun sendiri mengatakan bahwa perpindahannya itu bukan dikarenakan masalah pribadi dengan anggota partai PKS lainnya atau masalah apapun yang menyangkut dengan kasus Misbakhun dan tuduhan akan Misbakhun korupsi yang pernah menjeratnya. "Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ustaz Anis Matta, dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik, dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik," ucap Misbakhun dalam pernyataan pers yang diterima, Jumat (8/3/2013). Perpisahan yang dilakukan Misbakhun itu menurutnya dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS Anis Matta juga sempat m...

Resepsi Pernikahan Putra Orang Terkaya India Dihadiri Pengusaha Besar Hingga Artis Dunia

Sumber gambar: CNBC Indonesia Berita kali ini datang dari Mukesh Ambani yang menggelar resepsi pernikahan anaknya di Mumbai pada Sabtu (10/3/19). Acara mewah itu dihadiri oleh barisan orang terkenal di dunia termasuk bintang film, eksekutif perusahaan, politisi hingga pemain olahraga. Bahkan terlihat sejumlah tamu anak bos Reliance Industries antara lain Sundar Pichai, CEO Google, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, bintang film Rajinikanth dan Priyanka Chopra dan pemain kriket Sachin Tendulkar dan Hardik Pandya. Hingga Idolanya India, Shah Rukh Khan dan Ranbir Kapoor pun datang dan menari bersama mempelai pria Akash Ambani, seperti yang dilansir dari Reuters (10/3/2019). Resepsi ini dimeriahkan dengan pesta, bernyanyi, menari, dan ritual pra-Pernikahan lainnya. Bahkan pernikahan antara dua sejoli berumur 28 tahun ini menjadi trending teratas di twitter India karena banyak warga India membagikan momen ini dengan hastag diantaranya #AkashAmbani dan #AkashS...

Keterlibatan SBY Terhadap Kasus Century Akan Diungkap Novanto Di KPK Nanti

Adanya keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi Bank  Century  yang terbukti telah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah itu ternyata akan diungkap oleh Setya Novanto nanti di KPK. "Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," Tegas  Novanto  ketika ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Mantan Ketua DPR RI itu juga sangat meyakini mempunyai data yang cukup kuat dan akurat terkait dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus  Century  ini. Padahal hal itu diucapkan sendiri oleh Novanto  ketika menjawab sebuah pertanyaan dari awak media terkait ada atau tidaknya kemungkinan keterlibatan SBY dalam kasus pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank  Century  tersebut. Sebab pada saat itu  Novanto  sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, dan ketua pansus yang saat itu ditunjuk adalah ...