Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Nominasi Piala Oscar 2019

Academy Awards ke-91 sebentar lagi akan digelar. Dolby Theatre, Los Angeles, California akan menjadi saksi malam penghargaan itu digelar pada Minggu, 24 Februari 2019 waktu setempat atau Senin, 25 Februari 2019 WIB. Sebelumnya juga, dari pihak The Academy of Motion Pictures Art and Sciences (AMPAS) selaku penyelenggara dari ajang Academy Awards telah mengumumkan daftar nominasi Piala Oscar 2019 pada Selasa (22/1) waktu setempat. Pembacaan nominasi di tahun ini dipercayakan kepada aktor Kumail Nanjiani dan Tracee Ellis Ross yang bertempat di The Academy's Samuel Goldwyn Theatre, California, Amerika Serikat. Terdapat 24 kategori yang akan memperebutkan Piala Oscar 2019. Pada nominasi Piala Oscar 2019 tercatat film The Favorite dan Roma paling banyak dinominasikan dengan 10 nominasi. Disusul Vice dan A Star is Born dengan 8 nominasi dan Black Panther dengan 7 nominasi. Berikut daftar lengkap nominasi Piala Oscar 2019: Best Picture:        ...

Hoaks Ternyata Diproduksi Kaum Berpendidikan

Dalam acara Digital Literacy for Internet Activist, yang diadakan pada Selasa (22/1) di Akmani Hotel, Jakarta, Kominfo menjelaskan penyebaran hoaks di berbagai saluran sangat tinggi dan mudah diproduksi dalam berbagai bentuk seperti tulisan, gambar maupun video.  “Untuk tulisan saja sudah 62 persen, kemudian gambar 37 persen dan video 0,40 persen yang memang sudah menyebar ke mana-mana,” ungkap Septiana, Selasa (22/1) usai menghadiri acara Digital Literacy for Internet Activist di Jakarta. Selaku Direktur Direktorat Informasi komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septiana Tangkary menuturkan hoaks dari segi bentuk seperti tulisan, telah mencapai 62 persen dan banyak tersebar di berbagai platform. Septiana mengungkapkan penyebaran hoaks saat ini dengan memanfaatkan berbagai media termasuk saluran radio dan juga televisi. “Kemudian untuk situs web, ini tuh paling banyak, karena kita seneng banget kan ya. Masyarakat kalau udah liat situs ‘wah ini bener nih...

Pemerintah Batal Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Ternyata Ini Alasannya

Sumber: Tribunnews.com Kali ini pemerintah batal dalam membebaskan Abu Bakar Ba'asyir karena dinilai tidak memenuhi syarat formil yang telah diatur undang-undang. Kepastian batalnya pembebasan Ustaz Ba'asyir disampaikan Kepala Staf Presiden Moeldoko.  "Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan," ucap Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2019). Sebab, Ba'asyir tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana yang telah diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat. Adapun syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, yaitu: Bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan...

Tabloid 'Indonesia Barokah' Beredar Di Sejumlah Daerah

RMOL Jabar Kali ini masyarakat dihebohkan dengan adanya tabloid 'Indonesia Barokah' yang beredar di sejumlah daerah. Bahkan isi tabloid ini diduga mengandung muatan politik tendensius mirip seperti tabloid Obor Rakyat pada Pemilu 2014. Komisioner Bawaslu Blora, Sugie Rusyono, menjelaskan ratusan tabloid itu disita karena mengandung muatan politik tendensius. Selain di masjid, Bawaslu juga turut mengamankan sebanyak 121 eksemplar yang masih tertahan di sejumlah kantor Pos di wilayah Blora. Salah satu temuan tabloid ini di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bawaslu setempat bahkan menemukan sekitar 635 eksemplar tabloid yang telah tersebar di 240 masjid di Kabupaten Blora.  Menanggapi telah beredarnya tabloid mirip Obor Rakyat itu, kepolisian mengetahui temuan tersebut.  Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan Dewan Pers. "Ranahnya dewan pers yang melakukan assessement, apakah ada pelanggaran hukum atau tidak," kata Kar...

Kantor Wali Kota Medan Dikirimi Karangan Bunga 'Selamat Menjadi Kota Terjorok'

Sumber: Jawapos Jalan Maulana Lubis pagi ini dihebohkan dengan adanya kiriman karangan bunga misterius  yang bertuliskan sindiran yang ditujukan kepada Wali Kota Dzulmi Eldin di Kantor Wali Kota Medan. Dalam karangan bunga itu tertulis 'Selamat Sukses Kpd. Wali Kota Medan Atas Penghargaan Kota Terjorok Bagi Kota Medan thn 2019'. Dan tidak diketahui siapa pengirim papan bunga tersebut, hanya ada tulisan #Sayangi Medan pada bagian akhir papan. Pengiriman papan bunga ini diduga dilakukan pelaku setelah Kota Medan mendapat penilaian terendah dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penyerahan Piala Adipura 2018 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Senin (14/1/2019). Dari sekitar 10 kota dengan predikat terendah, kota metropolitan didapat oleh Kota Medan, sedangkan kota besar yakni Bandar Lampung dan Manado, sementara kota sedang adalah Sorong, Kupang, dan Palu. Sementara untuk kota kecil, disandang o...

Ternyata Seperti Inilah Kronologis Dari Kasus Misbakhun

Sumber: nasional.tempo.co Adanya laporan dari Rudi Agus Purnomo membuat kasus Misbakhun menyeruak keluar, pegawai Bank Indonesia ini melapor dengan tuduhan dugaan pemberian L/C fiktif. Alhasil banyak masyarakat yang langsung terbuai akan pemberitaan itu bahwa kasus Misbakhun itu adalah kasus Misbakhun korupsi . Laporan akan kasus Misbakhun ini dituangkan melalui Laporan Polisi Nomor LP/154/III/2009/Siaga I tanggal 19 Maret 2009, perihal dugaan tindak pidana perbankan pada Bank Century dalam pemberian fasilitas L/C senilai USD 75,2 juta. Walau kasus Misbakhun ini bukanlah kasus Misbakhun korupsi , namun karena adanya laporan polisi itu membuat tuduhan itu semakin memberatkan Misbakhun. Dengan empat debitur yaitu PT Sakti Persada Raya, PT Damar Kristal Mas, PT Dwi Putra Mandiri Perkasa, PT Energi Quantum Eastern Indonesia. Robert Tantular, pemegang saham Century dan Direktur Bank Century Hermanus Hasan Muslim yang diduga menjadi pemberi L/C itu. Informasi inilah yang ...

Misbakhun Sudah Memilih Jalan Politiknya Sendiri

Sumber: Merdeka.com Perpindahan Misbakhun dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasti sudah diduga oleh banyak orang. Pasalnya, Muhammad Misbakhun mengaku akan memilih jalan politiknya sendiri dengan masuk kedalam Fraksi Golongan Karya (Golkar). Misbakhun sendiri mengatakan bahwa perpindahannya itu bukan dikarenakan masalah pribadi dengan anggota partai PKS lainnya atau masalah apapun yang menyangkut dengan kasus Misbakhun dan tuduhan akan Misbakhun korupsi yang pernah menjeratnya. "Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ustaz Anis Matta, dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik, dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik," ucap Misbakhun dalam pernyataan pers yang diterima, Jumat (8/3/2013). Perpisahan yang dilakukan Misbakhun itu menurutnya dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS Anis Matta juga sempat m...

Misbakhun Mengaku Sudah Menemukan Jalan Politiknya

Sumber: Indopos Kabar tentang adanya kasus Misbakhun korupsi yang pernah melejit dimasa pemerintahan yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010 lalu, namun kini tak membuat Misbkahun jatuh akan kasus Misbakhun itu. Dugaan akan kasus Misbakhun korupsi semakin meyakinkan masyarakat karena saat itu juga dengan adanya tuduhan pemalsuan letter of credit (L/C) di Bank Century. Namun karena Misbakhun merasa tidak bersalah akhirnya ia mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada MA. MA akhirnya mengabulkan PK dengan menyatakan kasus Misbakhun ini adalah kasus perdata bukan pidana. Yang akhirnya semua tuduhan atas kasus Misbakhun korupsi ini dapat diselesaikan dengan adanya bukti-bukti yang akurat.  Walau akhirnya dengan adanya kasus Misbakhun ini ia keluar dari fraksi PKS dan kemudian kembali lagi ke dunia politik dengan membawa nama Golkar. Misbakhun sendiri menyebut keputusan hijrahnya ke Golkar karena pilihan politiknya sendiri. "Saya men...