Langsung ke konten utama

PSSI Hormati Keputusan FIFA, Terkait Kasus Ezra

Hasil gambar untuk pssi
Suara.com

Jumat, 22 Maret 2019 kemarin, penyerang naturalisasi Ezra Walian, nyatanya gagal memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 di ajang kualifikasi Piala Asia U-23. 

Hal ini kemudian di tanggapi oleh Badan sepakbola Indoesia, PSSI. Melalui situs resminya, PSSI menghormati terkait keputusan yang diambil oleh FIFA.

"PSSI menghormati keputusan FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk challenge terkait status Ezra,” kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria melalui situs resmi.

Ezra juga dipastikan tidak memperkuat Timnas Indonesia U-23 karena telah lebih dulu membela Timnas Belanda U-17 di ajang Piala Eropa 2013 sebelum proses naturalisasi. Dan dengan kompetisi yang tercatat ke dalam agenda resmi UEFA, otomatis Ezra tidak bisa membela skuat Garuda Nusantara - julukan Timnas Indonesia U-23.

Namun berbeda dengan SEA Games 2017 lalu di mana penggawa RKC Waalwijk itu memulai debutnya bersama Timnas Indonesia. Pasalnya, SEA Games memiliki regulasi tersendiri dan tidak berada dibawah langsung AFC dan juga FIFA.

Kejadian yang sama juga sempat terjadi pada 2013 lalu, ketika salah satu pemain naturalisasi Thailand, Charyl Chappuis, tidak dapat membela Tim Nasional Thailand di ajang kualifikasi Piala Asia.

Chappuis sendiri merupakan pemain keturunan Thailand dan Swiss. Namun, karena telah memenangkan Piala Dunia U-17 bersama Timnas Swiss, maka Chappuis tidak diperkenankan membela Timnas Thailand pada waktu itu.



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbakhun Sudah Memilih Jalan Politiknya Sendiri

Sumber: Merdeka.com Perpindahan Misbakhun dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasti sudah diduga oleh banyak orang. Pasalnya, Muhammad Misbakhun mengaku akan memilih jalan politiknya sendiri dengan masuk kedalam Fraksi Golongan Karya (Golkar). Misbakhun sendiri mengatakan bahwa perpindahannya itu bukan dikarenakan masalah pribadi dengan anggota partai PKS lainnya atau masalah apapun yang menyangkut dengan kasus Misbakhun dan tuduhan akan Misbakhun korupsi yang pernah menjeratnya. "Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ustaz Anis Matta, dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik, dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik," ucap Misbakhun dalam pernyataan pers yang diterima, Jumat (8/3/2013). Perpisahan yang dilakukan Misbakhun itu menurutnya dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS Anis Matta juga sempat m...

Resepsi Pernikahan Putra Orang Terkaya India Dihadiri Pengusaha Besar Hingga Artis Dunia

Sumber gambar: CNBC Indonesia Berita kali ini datang dari Mukesh Ambani yang menggelar resepsi pernikahan anaknya di Mumbai pada Sabtu (10/3/19). Acara mewah itu dihadiri oleh barisan orang terkenal di dunia termasuk bintang film, eksekutif perusahaan, politisi hingga pemain olahraga. Bahkan terlihat sejumlah tamu anak bos Reliance Industries antara lain Sundar Pichai, CEO Google, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, bintang film Rajinikanth dan Priyanka Chopra dan pemain kriket Sachin Tendulkar dan Hardik Pandya. Hingga Idolanya India, Shah Rukh Khan dan Ranbir Kapoor pun datang dan menari bersama mempelai pria Akash Ambani, seperti yang dilansir dari Reuters (10/3/2019). Resepsi ini dimeriahkan dengan pesta, bernyanyi, menari, dan ritual pra-Pernikahan lainnya. Bahkan pernikahan antara dua sejoli berumur 28 tahun ini menjadi trending teratas di twitter India karena banyak warga India membagikan momen ini dengan hastag diantaranya #AkashAmbani dan #AkashS...

Keterlibatan SBY Terhadap Kasus Century Akan Diungkap Novanto Di KPK Nanti

Adanya keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi Bank  Century  yang terbukti telah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah itu ternyata akan diungkap oleh Setya Novanto nanti di KPK. "Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," Tegas  Novanto  ketika ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Mantan Ketua DPR RI itu juga sangat meyakini mempunyai data yang cukup kuat dan akurat terkait dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus  Century  ini. Padahal hal itu diucapkan sendiri oleh Novanto  ketika menjawab sebuah pertanyaan dari awak media terkait ada atau tidaknya kemungkinan keterlibatan SBY dalam kasus pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank  Century  tersebut. Sebab pada saat itu  Novanto  sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, dan ketua pansus yang saat itu ditunjuk adalah ...